![]() |
Source:
http://dpd.go.id
|
Ya karena aku tidak ingin menjadi orang yang berubah dadakan saat menjadi anggota DPD RI, dan tetap seperti awal masuk atau tepatnya seperti saat aku berkampanye ke masyarakat dengan semangat juang yang tinggi dan rasa nasionalisme ingin membela bangsa dan negara. Aku tidak ingin itu semua seperti angin berlalu. Walau mungkin ini susah tapi aku tetap berusaha dengan prinsip dasarku tadi tetap sederhana dan tetap seperti semula dan tentunya dukungan dan kritik saran dari masyarakat tentunya.
F anatik pada masyarakat
O n the way to help public serviceK urangi hal tidak bermanfaat untuk masalah rakyatU tamakan kepentingan umumS elalu berdoa semoga Allah SWT meridhai apa yang kami lakukan
Janji adalah hutang. Lah kalau punya banyak janji dan gak bisa menepati berarti kan sama saja dengan banyak hutang alias banyak dosa. Itulah yang aku tidak kehendaki. Jadi buat masyarakat kok coba-coba.. Hehe.. Jadi dapat disimpulkan aku hanya akan punya satu janji yaitu membuat masyarakat selalu tersenyum. Lho kok malah itu? Iya, karena aku pikir kalimat memajukan masyarakat itu terlalu ambigu dan sulit dicari parameter. Beda dengan tersenyum orang pasti bisa membedakan mana orang yang tersenyum mana yang tidak. Terus hubungannya dengan DPD RI? Memang tidak ada hubungan secara langsung. Tetapi mari kita bayangkan saja bagaimana raut muka orang yang merasa dihargai oleh para wakilnya di DPD RI karena aspirasi mereka ditampung dan diberikan solusi terbaik. Tentu masyarakat akan tersenyum dengan apa yng kita lakukan. Hal seperti inilah yang ingin aku wujudkan dimana semua orang tersenyum karena merasa dihargai oleh orang yang telah mereka pilih.Terakhir, mungkin ada orang yang nyeletuk “ Halah paling – paling sekedar omongan di blog saja, belum tentu kamu bisa melakukan semuanya ”.
Jawabnya iya, memang seperti judulnya jika aku menjadi anggota DPD RI. Tertera jelas bahwa aku memang belum menjadi anggota DPD RI. Tetapi setidaknya bagiku dengan adanya opini seperti ini sudah sama hal nya dengan mendukung DPD RI atau bahkan ikut berpartisipasi. Kok bisa? Ya iyalah, kalau orang menulis tentang “emas” setidaknya dia harus tahu apa dan darimana “emas” berasal, begitupun dengan menulis tentang DPD RI, mau tidak mau ya harus tahu apa itu DPD RI (baik fungsi dan tugas). Makanya dengan begitu kita lebih tahu tugas DPD RI dan setidaknya bisa mengingatkan para wakil kita di DPD RI kalau ada hal yang melenceng. Gitu.
* Admin : Just Opinion - For http://lomba.dpd.go.id/


